Jejak Prosa : Senja di Kalbu

Senja di Kalbu

Oleh: Pejuang-Mimpi


Senja meredup, jingga kian pudar, Kisah cinta kita, kini samar terdampar. Di taman hati, bunga sempat bersemi, Namun harumnya sirna, sunyi menyelimuti. Kau pernah hadir, bagai dian di kelam malam, Hangatkan jiwa yang perih, luka pun teredam. Namun kini sosokmu hanyalah bayang semu, Lukisan indah yang tinggal harapan di kalbu. Genggaman tangan, kini tinggal angan, Di ruang hampa, sunyi tak terperikan. Bisik cinta yang dulu tumbuh merambat, Kini lirih terdengar, dalam angin yang sekarat. Bagaikan bahtera yang kehilangan arah, Di lautan pilu, aku tersesat dan pasrah. Namun dalam senyap, rasa itu masih membekas, Cinta yang dulu ada, walau kini telah lepas. Oh, senja di kalbu, kau hadir tiap waktu, Mengiris hati dengan getir yang menderu. Kenangan tentangmu, bak permata di dasar laut, Terpendam dalam, takkan mudah terenggut. Mungkin kelak nanti, kita 'kan bersua lagi, Di dunia baru, yang bebas dari sepi. Hingga masa itu tiba, kusimpan dalam diam, Kenangan cinta kita, yang takkan pernah padam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ruang Tanpa Logika : "Bayangan Tanpa Sumber"

Jejak Diri : "Jangan Burnout! 3 Langkah Simpel untuk Bangun Rutinitas Pagi yang Produktif."

Jejak Farmasi : "ADME" Ngulik Obat Skuy!