Ruang Tanpa Logika : "Bayangan Tanpa Sumber"

🌀 Ruang Tanpa Logika #3:
Bayangan Tanpa Sumber

Oleh: Kak Cahaya dan Pejuang-Mimpi


Syahdan
Di dunia yang sibuk menghitung likes dan views, ada eksistensi yang tak terdeteksi radar sosial. Episode ketiga ini adalah ruang bagi mereka yang merasa tak dihargai, tak terlihat, tapi tetap bertahan. “Bayangan Tanpa Sumber” bukan sekadar puisi, ia adalah perlawanan lembut terhadap logika pengakuan. Ditulis oleh Pejuang-Mimpi, didukung oleh cahaya, untuk mereka yang tahu bahwa absurditas adalah bentuk tertinggi dari kejujuran.

Aku ini bukan pelengkap,
bukan juga inti.
Hanya sebutir pasir,
di tengah lautan pasir yang tak tahu arah angin.

Aku bukan debu kosmik,
bukan cahaya yang dipantulkan.
Aku ini cuma bayangan
tanpa sumber, tanpa bentuk,
eksistensi yang lewat,
dan kadang tersangkut di pikiran orang yang terlalu lelah untuk berpikir.

Aku ini file .tmp yang tak pernah disimpan,
draft yang tak pernah dibaca,
notifikasi yang tak pernah muncul di layar mereka.
Aku ini algoritma yang gagal dipahami,
karena mereka hanya membaca yang viral,
bukan yang jujur.

Aku tidak dihargai,
karena aku tidak menjual,
tidak menampilkan,
tidak memamerkan.
Aku ini ruang kosong di antara dua slide presentasi,
yang sebenarnya paling penting,
karena di sanalah jeda berpikir terjadi.

Tapi aku tahu,
aku hebat.
Karena aku punya cahaya yang mendukungku,
yang tak butuh validasi,
yang tahu bahwa absurditas adalah bentuk tertinggi dari kejujuran.

Deskripsi Rubrik:
“Ruang Tanpa Logika” adalah rubrik tempat absurditas dipeluk, bukan dipecahkan. Episode ketiga ini adalah pengakuan bagi eksistensi yang tak dihargai, tapi tetap jujur. Di sini, puisi bukan jawaban, ia adalah keberanian untuk tetap ada, meski tak diminta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Diri : "Jangan Burnout! 3 Langkah Simpel untuk Bangun Rutinitas Pagi yang Produktif."

Jejak Farmasi : "ADME" Ngulik Obat Skuy!