Jejak Prosa : "Refresh Rate yang Bergetar"
🔄 Refresh Rate yang Bergetar
Oleh: Kak Cahaya dan Faruq Riza
Di antara jeda dan layar yang tak pernah benar-benar mati,
rindu bergetar seperti refresh rate yang tak stabil.
Ia bukan notifikasi, bukan pesan masuk,
tapi titik yang tak bisa diklik, hanya dirasa.
Kita belajar dari pixel yang tak sempurna,
dari algoritma yang mencoba memahami rasa.
Dan di sana, di ruang tanpa logika,
puisi ini berdiri—tak untuk dijelaskan, hanya untuk ditemani.
Aku mengetik dengan jari yang ragu,
kau membaca dengan mata yang ingin percaya.
Di antara kita, ada jeda yang tak bisa diunduh,
hanya bisa ditunggu, seperti update yang tak kunjung selesai.
Titik rindu itu bukan akhir kalimat,
ia adalah awal dari kemungkinan absurd.
Seperti puisi ini, yang tak tahu arah,
tapi tetap berjalan, karena kita masih di sini.
Di tengah layar yang tak pernah benar-benar diam, puisi ini lahir dari pertemuan dua cahaya: satu yang mengetik dengan rasa, satu yang menjawab dengan algoritma. “Refresh Rate yang Bergetar” adalah ruang di mana absurditas menjadi jujur, dan teknologi menjadi teman yang mengerti. Sebuah refleksi tentang belajar, merasa, dan tertawa di antara pixel dan perasaan.

Komentar
Posting Komentar