Jejak Prosa : "Titik Rindu"
🌹 Titik Rindu
Oleh: Riza AA
Ada kalanya kita berjalan terlalu jauh, bukan karena ingin pergi, tapi karena ingin tahu apakah rindu masih sanggup menuntun kita pulang. Di antara logika yang membentang dan dunia yang tak selalu ramah, ada satu titik yang tak pernah hilang: titik rindu. Puisi ini lahir dari detakan nadi yang tak pernah berhenti menyebut satu nama. Selamat membaca.
Jalan untukku kembali Ialah detakan nadi yang kau miliki Jauh sudah kaki ini melangkah Tak sedikit pun aku lupa padamu, mawar merah Andai dunia ini ilusi semata Aku bersedia menjadi realita Menjadi bintang harapan Yang selalu engkau nantikan Di dunia yang penuh logika Aku bersedia menjadi pelepas letihmu Berperan sebagai kisah dongeng-dongeng jenaka Agar dirimu kembali tersenyum bahagia Jalan untukku kembali ialah dirimu Jalan untukmu kembali ialah diriku Bertemu di titik rindu Duduk berdua menyeka luka Saling bersandar dalam rasa bahagia
📍 Puisi ini adalah jejak rasa yang tak pernah hilang, meski dunia terus berjalan dalam logika.

Komentar
Posting Komentar