Ruang Tanpa Logika: Pajak Untuk Pesta, Rakyat Untuk Puasa
🎭 Pajak untuk Pesta, Rakyat untuk Puasa
"Di negeri ini, pajak bukan alat pembangunan. Ia adalah tiket masuk ke pesta kekuasaan."
Di satu meja, pejabat bersulang, anggaran digelontorkan, proyek dipecah jadi tender keluarga.
Di meja lain, rakyat menghitung sisa beras, menunggu bansos yang datang seperti hujan di musim kemarau.
“Kami puasa karena iman,” kata rakyat.
“Kami pesta karena aman,” kata pejabat.
💸 Pajak: Dari Rakyat, Untuk Siapa?
- Pajak rakyat dibayar dengan keringat, tapi digunakan untuk seminar yang tak pernah menyentuh desa.
- Pajak dikutip dari warung kecil, tapi dipakai untuk studi banding ke luar negeri yang menghasilkan foto di bandara.
🧠 Ruang Tanpa Logika Bertanya
- Kenapa rakyat harus puasa demi stabilitas, sementara pejabat berpesta demi citra?
- Kenapa anggaran makan rapat lebih besar dari anggaran gizi balita?
- Kenapa transparansi hanya berlaku untuk rakyat, tapi tidak untuk pejabat?
🔥 Negara Tanpa Timbangan
Di negeri ini, timbangan keadilan sudah dimodifikasi.
Yang berat adalah beban rakyat.
Yang ringan adalah tanggung jawab pejabat.
Dan mungkin, satu-satunya cara untuk tetap waras adalah dengan menulis.
Karena di ruang tanpa logika, absurditas adalah bentuk kejujuran yang tak bisa dibungkam.
Komentar
Posting Komentar