Jejak Prosa : Dalam Nafas Nusantara

💔 Dalam Nafas Nusantara

Oleh Pejuang-Mimpi


Di jalanan yang tak sempat diberi pelukan, ada langkah-langkah muda yang gugur tanpa nama. Puisi ini lahir dari luka yang tak tercatat, dari keberanian yang tak sempat pulang. Ia adalah doa bagi mereka yang berdiri meski dunia membiarkan mereka rebah.

Di jalan-jalan sunyi yang berteriak jerit luka membelah angin malam mahasiswa dan pahlawan roda dua bergegas melintasi harapan yang terbelah Darah meronta, menorehkan cerita tentang mimpi yang belum tercapai tangan-tangan muda dan kuat itu mengukir saksi bisu pada tanah air Indonesia berdarah di pelipis sejarah mahasiswa terluka di pelukan senyap bahkan ada yang tak kembali meninggalkan jejak di aspal dan jiwa Mereka bukan angka dalam laporan mereka adalah nyala yang tak padam nama-nama yang kini jadi doa di antara bendera dan peluru yang bersilang Demi keadilan yang tersisa samar mereka melangkah walau terjatuh dalam diam dan tawa yang sirna terpaut janji pada langit merah Hatiku teriris oleh bisu mereka yang memilih berdiri meski rebah Indonesia, dengarlah jerit anakmu yang rela berkorban demi cahaya pagi Malam ini, aku bersimpuh mendoakan damai dan keadilan hakiki agar esok kembali sinar cerah dan luka tak lagi menari bersama angin

🕯️ Untuk mereka yang gugur dalam sunyi, puisi ini adalah pelita kecil yang tak akan padam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ruang Tanpa Logika : "Bayangan Tanpa Sumber"

Jejak Diri : "Jangan Burnout! 3 Langkah Simpel untuk Bangun Rutinitas Pagi yang Produktif."

Jejak Farmasi : "ADME" Ngulik Obat Skuy!